-
Supartono dan Alien yang Terjebak di Bungkus Makanan
Kami suka berjalan-jalan di supermarket. Tidak untuk membeli apapun, hanya sekadar melihat sayur-sayuran yang berjajar rapi, ikan-ikan di bak berisi es batu, buah-buah warna warni mencerahkan mata, atau botol-botol bumbu berderet yang kadang saya pun tak tahu bagaimana membedakannya tanpa tulisan. Dan kali ini, saya dan Supartono berjalan memutari supermarket. Tidak terlalu ramai, belum tanggal… Read more
-
Supartono dan Kesedihan di Taman
Supartono bercerita lagi tentang dia. Suatu siang di minggu yang mendung, saya dan Supartono berjalan-jalan di sebuah taman tak jauh dari daerah kos kami. Taman cukup ramai orang namun tidak sepadat yang kami perkirakan. Saya melihat cukup banyak komunitas-komunitas hobi berkumpul, termasuk para skate boarder melatih gerakan meluncur dan manuver mereka. Tak sedikit juga yang hanya duduk… Read more
-
Resurrection
Clappering in the night The thought of your gene Reconstructed piping protein Merely staying, solely You scream “Hallelujah I’m alive” And praise to Allah for He is good Blood streaming flowing Due to death be gone Laughing he inasmuch Neither both Either all A fire cracked over Istanbul sky Giant wave greeted gently in Hindia Broken… Read more
-
Supartono dan Keluh Kesah Seorang Kawan
Tulisan ini bukan cerita milik Supartono, tapi jika boleh memberikan konteks, Supartono mendengarkan keluhan ini. Dalam diam, dalam tenang, dalam pemahaman bahwa tiap orang boleh dan berhak untuk menentukan ke mana dirinya sendiri hendak dibawa. Saya tak suka dengan romantisme kehidupan. Ini semua hanya buang-buang waktu, tidak ada yang signifikan, dan apa pula itu sebuah… Read more
-
Supartono dan Dia: Mula
Supartono mulai bercerita tentang dia. Selembar kantung teh saya celupkan bersama hitung mundur empat menit. Katanya rentang waktu ideal untuk menyeduh teh hangat, tentu dengan air panas yang berapa derajat lebih rendah dari titik didih. Supartono memain-mainkan tali kantung tehnya, sambil air-air kecil cokelat menetes ke gelas pemilik warung kopi. “Woi, jangan dibuat mainan,” tegur… Read more
-
Supartono dan Kemungkinan
Supartono pernah berbicara tentang kemungkinan. Pada suatu malam yang tidak terlalu sepi, saya dan Supartono berbincang soal macam-macam. Dari cuap-cuap tentang tetangga sebelahnya yang sering terjatuh tanpa sebab, atau tentang bos di kantornya yang baru saja pulang dari Budapest. Tetiba saja saya langsung melempar pertanyaan acak, “Tono, dari segala hal yang kita punya saat ini,… Read more