Blog

  • Imagination to Survive?

    What do we know really about survival? Let’s start briefly with the human journey as a species. It is strictly clear that we are here because our primitive ancestors survived. Historians, anthropologists, and biologists had been a really long debate on this until they reached a point that Homo Sapiens finally ‘won’ over Homo Neanderthals… Read more

  • Increasing Ignorance?

    The winter is coming and I, decided to write questions. So to start, I have a question on the idea of ignorance. Yes, it means lack of knowledge; and again, yes, it has a negative sense. We use the word ‘ignorance’ in conversation and refer it as reluctance to know something. We like to say, ‘Ignorance… Read more

  • Sepotong-sepotong

    “… uncertain whether it was the magic of the night which lay like silver on the snow or whether it was the light of dawn …” Dan Emil mengakhiri satu cerita pendek itu dengan mengangguk-angguk tanpa komentar. Artinya suka. Ia menutup bukunya, membalik, kemudian melihat ke sampul belakang. Translated from the Polish. Oh ternyata pengarang aslinya… Read more

  • Supartono dan Dina Peteng

    Hari Sabtu malam saya dan Supartono memutuskan untuk ikut acara pernikahan tetangga di ujung gang wilayah kosan kami. Meskipun kami tidak begitu kenal anak Pak Lurah, tapi kami kemarin menerima brosur undangan campur sari. Gratis. Wah kebetulan. Sebagai penggemar tembang campur sari, saya dan Supartono tentu tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Apalagi kalau bisa mengajukan… Read more

  • Pada Kedatangan

    Yesus datang pada suatu siang bolong sambil membawa es krim vanila kepanasan di Jakarta firman-Nya Seorang kawan kecil bertanya “Enak kah?” “Ya. Kamu mau?” Si kecil mengangguk Es krim vanila diserahkan Yesus datang pada subuh pagi sambil membawa pacul menyapa tetangganya “Ayo nanti keburu siang!” Bergegas kemudian bertanam padi di ladang Rembang Yesus datang pada… Read more

  • Supartono dan Jalan Sepi

    Satu malam yang cukup dingin saya dan Supartono menghangatkan diri di sebuah kedai kopi 24 jam. Bukan kedai, saya ralat. Warung kopi 24 jam. Kami berbincang ini itu demi menghabiskan tanggal yang sebentar lagi habis. “Aku kemarin sempat adu mulut dengan teman kantorku,” kata Tono tiba-tiba. Saya sedikit terheran, karena Supartono jarang sekali berdebat atau… Read more