-
Supartono dan Keluh Kesah Seorang Kawan
Tulisan ini bukan cerita milik Supartono, tapi jika boleh memberikan konteks, Supartono mendengarkan keluhan ini. Dalam diam, dalam tenang, dalam pemahaman bahwa tiap orang boleh dan berhak untuk menentukan ke mana dirinya sendiri hendak dibawa. Saya tak suka dengan romantisme kehidupan. Ini semua hanya buang-buang waktu, tidak ada yang signifikan, dan apa pula itu sebuah… Read more
-
Supartono dan Dia: Mula
Supartono mulai bercerita tentang dia. Selembar kantung teh saya celupkan bersama hitung mundur empat menit. Katanya rentang waktu ideal untuk menyeduh teh hangat, tentu dengan air panas yang berapa derajat lebih rendah dari titik didih. Supartono memain-mainkan tali kantung tehnya, sambil air-air kecil cokelat menetes ke gelas pemilik warung kopi. “Woi, jangan dibuat mainan,” tegur… Read more
-
Supartono dan Kemungkinan
Supartono pernah berbicara tentang kemungkinan. Pada suatu malam yang tidak terlalu sepi, saya dan Supartono berbincang soal macam-macam. Dari cuap-cuap tentang tetangga sebelahnya yang sering terjatuh tanpa sebab, atau tentang bos di kantornya yang baru saja pulang dari Budapest. Tetiba saja saya langsung melempar pertanyaan acak, “Tono, dari segala hal yang kita punya saat ini,… Read more
-
Supartono dan Kawan Kecil
Supartono menemani kawan kecilnya naik kora-kora. Di minggu-minggu perayaan hari raya, Supartono sedang bersantai-santai di rumah. Lenggang kangkung membaca komik sambil sesekali mencomot perkedel kentang buatan ibunya. Pukul empat tiga puluh sore dan langit biru di ujung timur masih ramah sambil sesekali angin menghembus ke ruang tengah. Tetiba badannya berat, ada sekian kilogram buntalan daging… Read more
-
Supartono dan Kawannya Penulis Stensil
Supartono memiliki seorang kawan penulis stensil. Suatu sore yang biasa saja, saya sedang duduk di warung bersama Supartono. Dia memesan susu kedelai hangat. Saya pernah bertanya kenapa dia suka sekali dengan susu kedelai. Apakah karena lebih sehat? Atau karena tidak melibatkan makhluk hidup yang bisa merasakan sakit? Enak, jawabnya begitu saja. Memang terkadang tidak butuh… Read more
-
Tentang Supartono
Supartono suka dan ingin menulis. Mungkin kalimat di atas adalah pembuka yang paling tepat untuk menjelaskan seseorang. Semoga kamu bisa sedikit membayangkan seperti apa Supartono ini. Apakah kamu bertanya-tanya mengapa saya secara tetiba memperkenalkan seseorang bernama Supartono? Kalau kamu tidak bertanya, saya sedikit kecewa sebenarnya. Jadi biarkan saya sedikit berdelusi bahwa kamu semua—yang menyempatkan waktu… Read more