Blog

  • Tentang Momo, Waktu, dan (sekali lagi) Menjadi Berani

    Hari Sabtu pagi kemarin, Fransis, kawan saya, mengeluarkan buku Momo dari dalam tasnya. Di dalam mobil travel X-Trans menuju Bandung itu, awalnya kami berbincang saja soal buku ilustrasi Marcel Dzama The Infidels yang ia titipkan melalui saya. Waktu menitip buku itu Fransis pernah bilang kalau Marcel Dzama pernah buat ilustrasi Momo karya Michael Ende. Saya pernah… Read more

  • A Tale of Poverty Knowledge

    Title           : Poverty Knowledge in South Africa: A Social History of Human Science, 1855-2005 Author      : Grace Davie Publisher : Cambridge University Press Year         : 2015 There is an idea that scientific knowledge is capable to solve social problems, including poverty. Social scholars and… Read more

  • Pohon Mangga di Halaman

    Halaman rumah kami tidak besar, tapi banyak sekali tanaman, Ibu memang sangat suka sekali merawat tanaman. Bukan hanya suka, tapi beliau juga sangat berbakat. Petugas gereja sering kali menitipkan benih tanaman kepada ibu. Untuk dibesarkan, katanya, kalau ditanam di gereja malah tidak tumbuh. Jadilah beliau sering membawa pulang pot-pot tanaman untuk dibesarkan, paling tidak sampai… Read more

  • “Ajak Kami Bicara”

    Distrik Amuru, Uganda Utara, 2012. Tidak kurang dari 60 perempuan menelanjangi tubuhnya di depan pegawai pemerintah dan perwakilan dari Grup Madhvani sebagai bentuk protes. Madhvani adalah sebuah perusahaan yang berencana mengakuisisi kurang lebih 30,000 hektar tanah untuk perkebunan dan pabrik gula. Sejak melakukan proses aplikasi sewa tanah melalui badan tanah distrik pada tahun 2008, Madhvani… Read more

  • Tentang yang Terlewat dari Ilmu Pengetahuan

    Peringatan: Catatan ini adalah tulisan nyaman alias ditulis tidak dengan struktur-struktur baku layaknya tulisan akademik yang sebenar dan sesungguhnya. Ini untuk menumpahkan isi kepala yang sedang penuh-penuhnya dan hampir meledak. Demikian. Saya pribadi selalu tertarik dengan relasi antara sains, pengetahuan, dan proses produksinya. Mungkin tidak selalu, tapi selama lebih dari satu setengah tahun terakhir, saya… Read more

  • Tentang Akademisi Superior: Sebuah Kebawelan Acak Adut

    Beberapa hari ini di lini waktu Facebook ada yang mengangkat isu soal elitisme akademisi. Istilah ini merujuk pada sejenis kumpulan orang bergelar yang tujuan utamanya mengejar gelar, memakai (dan mempertahankan mati-matian) narasi “gelar = kemampuan”, dan akhirnya merasa dirinya lebih pintar daripada yang tidak/kurang bergelar (semacam “kompleks superioritas”). Kurang lebih setuju. Pendapat kawan-kawan atau komentar-komentar… Read more