Category: Uncategorized
-
not for you unless you can’t help it

TW: mentions of rape and suicide don’t be a stranger, dear princess. you know you’re pretty. i see your confidence. and you like all the attention you have. you’re a writer, a thinker, a woman artist, an intellectual daughter, an endearing sister, a caring mother, a perfect scholar, a special one. you can do it…
-
lirik putus asa

untuk kita yang tidak tahu kapan saatnya Kita terbaring menatap gambar atau kata-kata atau serpihan instastory juga utas panjang orang-orang yang tidak kita kenal. Dan kita duduk, doomscrolling, sampai sakit kepala dan ujung mata kita berkedut kelelahan. Kita mencari-mencari alasan untuk tidak tidur jam sembilan malam. Kita membetul-betulkan argumen di kepala kita bahwa setiap kata…
-
oh no we dont

i used to keep the flowers they brought at midnight because nine pm the sun still shines i was grateful i was hopeful sometimes defeated but hail lord of the blue ocean and green grass is here with us i wish for their happiness but evil takes prayer away so they become a sad monster…
-
Supartono dan Dina Peteng
Hari Sabtu malam saya dan Supartono memutuskan untuk ikut acara pernikahan tetangga di ujung gang wilayah kosan kami. Meskipun kami tidak begitu kenal anak Pak Lurah, tapi kami kemarin menerima brosur undangan campur sari. Gratis. Wah kebetulan. Sebagai penggemar tembang campur sari, saya dan Supartono tentu tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Apalagi kalau bisa mengajukan…
-
Supartono dan Jalan Sepi
Satu malam yang cukup dingin saya dan Supartono menghangatkan diri di sebuah kedai kopi 24 jam. Bukan kedai, saya ralat. Warung kopi 24 jam. Kami berbincang ini itu demi menghabiskan tanggal yang sebentar lagi habis. “Aku kemarin sempat adu mulut dengan teman kantorku,” kata Tono tiba-tiba. Saya sedikit terheran, karena Supartono jarang sekali berdebat atau…
-
Supartono dan Alien yang Terjebak di Bungkus Makanan
Kami suka berjalan-jalan di supermarket. Tidak untuk membeli apapun, hanya sekadar melihat sayur-sayuran yang berjajar rapi, ikan-ikan di bak berisi es batu, buah-buah warna warni mencerahkan mata, atau botol-botol bumbu berderet yang kadang saya pun tak tahu bagaimana membedakannya tanpa tulisan. Dan kali ini, saya dan Supartono berjalan memutari supermarket. Tidak terlalu ramai, belum tanggal…
-
Supartono dan Kesedihan di Taman
Supartono bercerita lagi tentang dia. Suatu siang di minggu yang mendung, saya dan Supartono berjalan-jalan di sebuah taman tak jauh dari daerah kos kami. Taman cukup ramai orang namun tidak sepadat yang kami perkirakan. Saya melihat cukup banyak komunitas-komunitas hobi berkumpul, termasuk para skate boarder melatih gerakan meluncur dan manuver mereka. Tak sedikit juga yang hanya duduk…
-
Supartono dan Keluh Kesah Seorang Kawan
Tulisan ini bukan cerita milik Supartono, tapi jika boleh memberikan konteks, Supartono mendengarkan keluhan ini. Dalam diam, dalam tenang, dalam pemahaman bahwa tiap orang boleh dan berhak untuk menentukan ke mana dirinya sendiri hendak dibawa. Saya tak suka dengan romantisme kehidupan. Ini semua hanya buang-buang waktu, tidak ada yang signifikan, dan apa pula itu sebuah…
-
Supartono dan Dia: Mula
Supartono mulai bercerita tentang dia. Selembar kantung teh saya celupkan bersama hitung mundur empat menit. Katanya rentang waktu ideal untuk menyeduh teh hangat, tentu dengan air panas yang berapa derajat lebih rendah dari titik didih. Supartono memain-mainkan tali kantung tehnya, sambil air-air kecil cokelat menetes ke gelas pemilik warung kopi. “Woi, jangan dibuat mainan,” tegur…
-
Supartono dan Kemungkinan
Supartono pernah berbicara tentang kemungkinan. Pada suatu malam yang tidak terlalu sepi, saya dan Supartono berbincang soal macam-macam. Dari cuap-cuap tentang tetangga sebelahnya yang sering terjatuh tanpa sebab, atau tentang bos di kantornya yang baru saja pulang dari Budapest. Tetiba saja saya langsung melempar pertanyaan acak, “Tono, dari segala hal yang kita punya saat ini,…