-
Naoki Sakai, “Translation and Subjectivity”
What is translation? What happens in an effort of translation? These are the main questions Naoki Sakai answers in his book Translation and Subjectivity: On “Japan” and Cultural Nationalism (1997). His dense argument covers the limits of construing language as unity or objects of disciplines imbued with nationalist fervor. Through a practical approach, he treats… Read more
-

Bibliografi Beranotasi: Sejarah dan Biografi
Seminar ini diampu oleh pembimbing saya sendiri, Prof. Haydon Cherry, yang proyek risetnya sekarang sedang berkutat di penulisan biografi. Seminar ini mengkaji ketrampilan menulis sejarah, biografi, dan penulisan sastrawi, termasuk membahas permasalahan akal batin, tantangan membaca sumber-sumber yang bertentangan bahkan kadang menipu, hubungan antara fakta dan fiksi dalam penulisan biografi, soal kepenulisan (authorship) dan biografi… Read more
-

Bibliografi Beranotasi: Orientalisme dan Kritiknya
Dalam bahasa Inggris kelas ini berjudul “Orientalism and Its Discontents.” Kelas ini diampu oleh Prof. Rajeev Kinra, sejarawan/filolog Asia Selatan, dan merupakan course gabungan Departemen Sejarah dan Literatur Perbandingan. Judul coursenya sudah sangat kentara yak huehuehue. Selama satu triwulan, kami membaca dekat karya-karya Said: Orientalism (1994), Culture and Imperialism (1993), dan Humanism and Democratic Criticism… Read more
-

Bibliografi Beranotasi: Sejarah Naratif
Ini adalah salah satu kelas yang menurut saya sangat menyenangkan. Diampu oleh sejarawan Amerika Serikat, Prof. Kevin Boyle, kami membaca narasi-narasi sejarah baik yang ditulis oleh sejarawan maupun jurnalis. Meskipun sebagian besar buku yang dibaca adalah sejarah AS, kami juga membaca beberapa buku sejarah wilayah lain. Di kelas ini kami mendiskusikan tentang bagaimana narasi membantu… Read more
-

Siapa Tahu Kamu Mau Baca, Ep. 40
These days are strange. Time moves forward but we are not. We are grappling with intensified crisis and somehow it feels hopeless. Many of us try to cope with whatever we can. Some are privileged to still have stable income, many are not. And here we are mourning to death and angry to the government… Read more
-
Made Fun of Bandung Conference
How to make fun of a giant conference that is understood by later historians as one of the keys to the Third-World solidarity? This question sounds like an internet trolling, and perhaps serious historians might think it’s not worth for attention. It might be true but this question came after reading a stack of literature… Read more